Cari Blog Ini

Sabtu, 26 Maret 2011

PENTINGNYA MEMAHAMI LINGKUNGAN BISNIS


Lingkungan selalu memberi pengaruh yang signifikan bagi siapa saja, termasuk perusahaan atau korporasi. Perusahaan tidak akan tumbuh dengan baik, jika lingkungan usaha yang mengitarinya tidak kondusif, menurut informasi yang diterima Berita Terkini. Sekalipun perusahaan itu dikelola oleh manajemen profesional dan didukung kemampuan modal yang cukup.Namun, jika lingkungan bisnisnya tidak mendukung, bisa jadi bisnis atau usaha yang dijalani akan redup. Kata lingkungan di sini memiliki pemahaman yang begitu kompleks dan luas. Lingkungan bisnis atau usaha bukan sebatas apa yang tampak di sekitar lokasi usaha, pabrik dan kantor.

Lebih dari itu, lingkungan bisnis menyangkut banyak hal, misalnya sistem sosial masyarakat, politik, ketersediaan pasar, kebijakan pemerintah termasuk perlakuan perpajakan dan tingkat persaingan usaha. Selain itu, ada juga faktor ketersediaan bahan baku, ketersediaan sumber daya manusia, dukungan teknologi operasional dan teknologi informasi serta sumber pembiayaan yang memadai. Begitu kompleksnya faktor lingkungan bisnis ini sehingga perlu pemahaman dan analisa secara lebih terinci.

Karena itu pula, setiap perusahaan yang berencana melakukan ekspansi, membuka cabang atau gerai baru selalu didahului dengan studi kelayakan atau survei. Objek yang disurvei pasti berkaitan dengan lingkungan usaha di sekitarnya, apakah mendukung untuk dibuka sebuah cabang baru atau justru sebaliknya?

Luasnya ruang lingkup lingkungan bisnis, menyadarkan kita bahwa keberadaan lingkungan bisa memberikan dua kemungkinan, yakni mendukung terhadap bisnis yang digelutinya atau sebaliknya menjadi risiko bisnis yang harus diperhitungkan. Risiko yang ditimbulkan bisa bersifat sistemik dan unsistemik. Bagi pelaku pasar modal, memahami pengaruh lingkungan terhadap pertumbuhan bisnis atau usaha merupakan hal yang wajib terutama, jika dikaitkan dengan sektor-sektor bisnis yang sedang diminatinya. Ini penting menurut Belajar HTML, mengingat setiap sektor usaha memiliki tingkat sensitivitas berbeda terhadap lingkungan yang sama.

Kondisi lingkungan yang cateris paribus bisa jadi menguntungkan bagi sektor usaha yang satu, tapi tidak mendukung bagi sektor usaha yang lain. Musim hujan, misalnya tidak menguntungkan bagi usaha di sektor wisata, tour and travel karena banyak orang yang enggan bepergian. Namun, musim hujan amat menguntungkan bagi produsen payung. Ini hanyalah sekedar contoh sederhana di mana kondisi lingkungan yang sama memberikan dampak berbeda di sektor usaha yang berbeda. Apa benang merah antara pemahaman lingkungan bisnis dengan prilaku investasi di pasar modal? Seperti diketahui, saat ini tercatat lebih dari 400 perusahaan yang sahamnya diperdagangkan di bursa efek. Sektor usahanya pun bervariasi, yaitu pertanian, pertambangan, perindustrian, perdagangan, jasa dan investasi, infrastruktur, industri manufaktur, properti, keuangan dan perbankan, travel dan wisata, dan sebagainya.

Banyak contoh yang bisa diajukan untuk menunjukkan betapa lingkungan dan perubahannya sangat berpengaruh terhadap aktivitas investasi di pasar saham. Contoh yang ada di depan mata dan masih terasa hingga kini adalah perubahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Melemahnya rupiah terhadap mata uang AS merupakan sebuah perkembangan lingkungan. Hal ini mengingatkan kita pada krisis moneter, di mana anjloknya nilai rupiah telah membuat bangkrut banyak perusahaan. Melemahnya rupiah menggelembungkan beban utang perusahaan dalam denominasi dolar AS. Gambarannya begini. Jika perusahaan memiliki utang USD1 juta.

Dengan nilai Rp9.000 per USD, perusahaan ini memiliki kewajiban sebesar Rp9 miliar. Nah, jika rupiah melemah menjadi Rp9.500 per USD, utang perusahaan tadi meningkat menjadi Rp9,5 miliar. Jika kondisi seperti ini terjadi pada perusahaan publik atau emiten, sudah pasti kinerja emiten tersebut akan tergerus semakin tipis. Efek berantainya tentu saja berupa runtuhnya ekspektasi investor di pasar sehingga mereka cenderung akan melepas sahamnya. Dampak berikutnya bisa diduga, harga saham akan turun. Namun, penurunan rupiah ini, bisa menimbulkan dampak se-baliknya bagi perusahaan yang mayoritas pendapatannya berupa dolar AS.Tidak sedikit perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mayoritas pendapatannya berupa USD. Perusahaan yang mayoritas produknya di ekspor pasti mayoritas pendapatannya dalam USD.

Terhadap perusahaan seperti ini, penurunan nilai rupiah justru menjadi berkah yang nikmat karena dengan sendirinya pendapatannya, jika dikonversi ke rupiah akan mengalami lompatan besar. Apalagi, jika dalam pengeluaran operasional, perusahaan ini membayar dengan rupiah. Contoh lain adalah kenaikan harga komoditas hasil tambang. Masih segar dalam ingatan ketika beberapa komoditas hasil tambang harganya melejit, seperti: batu bara, timah, emas dan minyak.

Di pasar modal saham-saham perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan diburu investor.Tidak ada satu pun perusahaan sektor pertambangan yang harganya tidak naik signifikan. Juga ketika harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) melesat di pasar internasional, maka saham-saham perkebunan kelapa sawit juga menjadi incaran investor.Tak pelak, harga saham produsen CPO juga terbang tinggi.

Bentuk lingkungan lain yang baru saja berlalu, misalnya ketika parlemen sibuk memainkan ‘drama’ Bank Century. Saat itu mayoritas pelaku pasar bersikap menunggu, wait and see, karena takut manuver parlemen ini menjelma menjadi bola liar yang sulit dikendalikan. Nilai maupun volume transaksi saham di BEI saat itu relatif rendah. Inilah efek dari lingkungan politik yang suhunya sedang hangat.

Beberapa ilustrasi di atas menunjukkan bahwa lingkungan bisnis memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kegiatan investasi di pasar modal. Jika lingkungan mendukung, pasar modal akan merespons positif. Namun, dalam beberapa kasus, kondisi lingkungan yang sama bisa memberikan efek berbeda bagi sektor usaha yang berbeda. Karena itu menurut Banaspati, sebagai investor sudah semestinya selalu mengikuti perkembangan yang terjadi di sekitar Anda

6 komentar:

  1. Rebat FBS TERBESAR – Dapatkan pengembalian rebat atau komisi hingga 70% dari setiap transaksi yang anda lakukan baik loss maupun profit,bergabung sekarang juga dengan kami
    trading forex fbsasian.com
    -----------------
    Kelebihan Broker Forex FBS
    1. FBS MEMBERIKAN BONUS DEPOSIT HINGGA 100% SETIAP DEPOSIT ANDA
    2. FBS MEMBERIKAN BONUS 5 USD HADIAH PEMBUKAAN AKUN
    3. SPREAD FBS 0 UNTUK AKUN ZERO SPREAD
    4. GARANSI KEHILANGAN DANA DEPOSIT HINGGA 100%
    5. DEPOSIT DAN PENARIKAN DANA MELALUI BANL LOKAL Indonesia dan banyak lagi yang lainya
    Buka akun anda di fbsasian.com
    -----------------
    Jika membutuhkan bantuan hubungi kami melalui :
    Tlp : 085364558922
    BBM : fbs2009

    BalasHapus
  2. FBS Indonesia Broker Terbaik – Dapatkan Banyak Kelebihan Trading Bersama FBS,bergabung sekarang juga dengan kami trading forex fbsindonesia.co.id
    -----------------
    Kelebihan Broker Forex FBS
    1. FBS MEMBERIKAN BONUS DEPOSIT HINGGA 100% SETIAP DEPOSIT ANDA
    2. SPREAD DIMULAI DARI 0 Dan
    3. DEPOSIT DAN PENARIKAN DANA MELALUI BANK LOKAL Indonesia dan banyak lagi yang lainya

    Buka akun anda di fbsindonesia.co.id
    -----------------
    Jika membutuhkan bantuan hubungi kami melalui :

    Tlp : 085364558922
    BBM : FBSID007

    BalasHapus
  3. materinya sangat bermanfaat..

    BalasHapus
  4. blog nya sangat membantu dan menambah wawasan saya,JANGAN LUPA KUNJUNGI BLOG DI BAWAH INI
    http://blog.binadarma.ac.id/novrihadinata/

    BalasHapus
  5. terimakasih, sangat bermanfaat sekali..MY BLOG

    BalasHapus